[mungkin juga] Salah Kita

Pendaki gunung dan sampah, dua hal yang susah dipisahkan. Sisa sisa ransum dan bungkusannya kadang terbuang begitu saja tanpa menghiraukan akibatnya.

Seperti ketika liburan agak panjang (tanggal merah di hari jumat) biasanya dihabiskan dengan membuang penat dengan mendaki gunung. Sayang kadang cenderung dilakukan asal asalan. Baca lebih lanjut

Iklan

The Bicycle Thieves, Saya dan Roy Suryo

…Yang ditepi tetaplah ditepi, belajarlah berjalan sendiri…

The Bicycle Thieves, film Italia yang disutradarai Vittorio de Sica memang cukup memukau, film yang bercerita tentang seseorang (Antonio Ricci  yang diperangkan oleh Lamberto Maggiorani) yang kehilangan sepeda kemudian mencarinya kemana mana bersama anaknya (Bruno Ricci  yang diperangkan oleh Enzo Stoila).

Akting yang luar biasa diperangkan keduanya, kelihatan sangat nyata.  Tapi sayangnya coretan ini bukan untuk membahas secara lengakap film tersebut, bukan synopsis, review atau kritik film, saya tidak paham terlalu banyak tentang film, saya hanya penikmat. Baca lebih lanjut

Antara Bunga Mawar dan Edelweis*

Hujan, seperti juga hal-hal lainnya, terkadang dipuja terkadang pula dibenci, tergantung situasi dan tergantung kepentingan sang subjek. Seperti hujan yang mengguyur jogja malam ini, ada yang mengeluh, ada yang menikmati dan adapula yang tak menghiraukannya sama sekali, oh malam ternya malam minggu, malam yang banyak melayangkan ilusi manusia, menjadi malam yang banyak dinanti. Mungkin karena besoknya libur, tapi bangaimana yang semua hari adalah hari libur? Baca lebih lanjut

Mendaki Gunung Tidak Sekedar Bersenang-Senang

DSC04147Travelling menjadi trend saat ini, tidak bisa lepas dari kemajuan teknologi yang memudahkan kita untuk berbagi informasi, terutama-di media-media sosial. Bahkan kadang hanya sekedar berpindah tempat, berfoto ria, lalu dibagi di media sosial. Dari informasi tersebut kadang menimbulkan keiningan untuk ikut “merasakan langsung” dan menghilangkan penat penjara yang bernama “rutinitas” ataukah setidaknya menegaskan bahwa saya juga pernah kesana. Baca lebih lanjut

Ransel Tua dan Buku Usang..

Dia datang seorang diri, lalu berdiri di perempatan jalan, sesekali tersenyum memandangi kendaraan yang lewat. Dengan kamera dia memotret beberapa orang yang asik berpose. Dia tak mengenal siapa mereka dan darimana, toh baginya itu tidak penting. Yang pasti dia telah sampai di kota yang selalu mengusik hatinya untuk datang. Kota yang membuatnya merasa nyaman.



Dipunggungnya bergantung ransel tua dengan beberapa buku usang di dalamnya. Terkadang terpikir olehnya untuk membuang saja buku-buku itu yang cukup membebani, tapi sayang juga, mungkin suatu saat bisa berguna, yah setidaknya mengusir rasa sepinya ketika menghujam bagai sembilu yang datangnya sering kali mendadak. Baca lebih lanjut